sumber :http://tanamtanaman.com/tanaman-obat-keluarga/
Halo sahabat pramuka se Indonesia, pasti kalian tidak asing lagi dengan materi yang satu ini bukan?, Yaps, benar sekali, kali ini kita akan membahas lebih dalam lagi mengenai TOGA atau Tanaman Obat Keluarga.
Kita sebagai anggota pramuka, memang di haruskan untuk belajar tentang TOGA tersebut, karena selain kita dapat mengetahui tanaman obat keluarga di sekitar rumah kita, kita juga dapat mengaplikasikannya secara langsung, karena TOGA ini ada di sekitar rumah kita, dan kita juga tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu mahal, TOGA ini juga menjadi obat antisipasi apabila alergi terhadap obat dokter..
Berikut adalah 36 macam tanaman obat keluarga yang dapat teman teman pelajari, semoga bermanfaat :) :)
1. Daun Dewa
Daun dewa bisa
dimanfaatkan sebagai tanaman untuk mengataasi penyakit stroke, rematik,
gula tinggi (diabetes), sakit jantung, hipertensi, kanker, pendarahan
atau pembengkakan payudara, luka, bekas gigitan binatang buas, kutil,
ganglion (sejenis kista yang mucnul pada bagian tangan dan kaki), batuk
darah, muntah darah, demam berdarah, kejang-kejang pada anak, wasir,
keseleo, gangguan haid, dan beberapa sifat-sifat kimia tersebut yang
termasuk fungsi pengobatannya.
2. Daun Seledri
Penggunaannya sebagai ramuan pembuatan obat herbal ditujukan untuk
mengatasi banyak penyakit seperti asma, diabetes, masalah pada sendi,
rematik, menurunkan tekanan darah, batuk, mata dan kering. Meskipun
biasa dijadikan tanaman obat keluarga, daun seledri juga bisa
menimbulkan alergi pada orang yang sensitif, sehingga tidak semua orang
dianjurkan untuk mengonsumsinya.
3. Belimbing
Belimbing merupakan buah yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi
beberapa gangguan terhadap kesehatan. Orang yang mempunyai masalah pada
organ ginjalnya disarankan untuk banyak konsumsi belimbing dikarenakan
pada buah ini terkandung asam oxalat. Sedangkan untuk orang-orang dengan
kolesterol tinggi atau diabetes tidak boleh konsumsi buah ini karena
mengandung gula yang tinggi.
4. Daun Kelor

Pemanfaatan daun kelor sebagai TOGA umumnya untuk
pencegahan penyakit, seperti panyakit jantung, kanker, diabetes, dan
arthritis. Sudah banyak sekali penelitian atau studi ilmiah yang
melibatkan daun kelor sebagai objek utama yang diteliti. Hal yang perlu
diingat adalah tidak semua bagian daun kelor aman dimakan. Bagian
akarnya lebih baik dihindari karena mengandung zat beracun yang bisa
menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Ibu hamil juga tidak dibolehkan
konsumsi daun kelor.
5. Daun Bayam Duri
Beberapa penyakit yang bisa dibantu pengatasannya oleh bayam duri
antara lain kencing nanah, anyang-anyangan (kencing yang tidak lancar),
bisul, demam, eksim, kurang darah, dan gangguan produksi ASI. Kemampuan
tersebut tentu tidak lepas dari berbagai kandungan kimia di dalamnya,
seperti tanin, zat besi, kalium nitrat, hentriakontan, amarantin,
spinasterol, dan rutin.
6. Kangkung
Hampir seluruh bagian tanaman kangkung bisa dimakan, tapi yang paling
umum adalah batang dan daunnya yang bisa dimakan matang ataupun mentah,
sama seperti bayam. Kangkung sendiri tergolong ke dalam tanaman obat
keluarga yang mampu menyembuhkan penyakit urat syaraf lemah, sakit
kepala sebalah atau migrain, insomnia, sariawan, sakit gigi, wasir,
sembelit, cacar air, dan frambusia (puru/patek).
7. Daun Saga
Pada bagian daunnya banyak terkandung senyawa saponin dan flavonoid.
Daun saga berkhasiat untuk mengobati beberapa gangguan kesehatan seperti
sariawan, batuk pada bayi, batuk kering, batuk berdahak, tenggorokan
gatal, amandel, radang mata, radang tenggorokan, panas dalam, gangguan
jantung, hipertensi, dan bronkitis. Daun saga juga diketahui mampu
membantu membuat bayi tidur lebih nyenyak dan tidak rewel.
8. Daun Pacar Cina
Daun pacar cina mengandung garam-garam mineral, alkaloid, minyak
atsiri, dan damar. Bagian daun, bunga, dan batang pada tanaman pacar
cina (yang lebih sering bagian daunnya) bisa dioleh menjadi tanaman obat
keluarga untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti luka memar,
bisul, dan haid berlebihan. Bagian bunganya bisa untuk mengatasi perut
kembung, batuk, pusing, dan sulit menelan.
9. Landep
Daun landep mempunyai khasiat untuk mengatasi rasa sakit ketika
kencing atau sebagai peluruh kencing. Kemampuan tersebut dimiliki oleh
daun landep karena mempunyai sifat diuretik dari kandungan-kandungan
kimiawi yang secara alami berada di dalamnya. Selain bagian daunnya,
bagian akar landep juga bisa dimanfaatkan untuk meredakan demam.
Sedangkan kulit kayunya mempunyai khasiat untuk meluruhkan dahak dan
keringat.
10. Daun Miana Merah
Gangguan kesehatan seperti wasir atau ambeien bisa diobati oleh daun
miana merah dengan cara meminumnya. Selain wasir, daun miana juga
berkhasiat untuk membantu memecahkan dan mengeringkan bisul dengan cara
megnompresnya beberapa menit hingga bisul sembuh dan kering. Terakhir,
daun miana juga mampu menolong penderita diabetes dengan memnumnya
secara rutin hingga kadar gula darah turun.
11. Daun Pepaya
Daun pepaya bisa digunakan untuk mencegah kanker karena sarat akan
getah putih seperti susu, Selain mengandung senyawa antikanker. Daun
pepaya juga menyimpan senyawa karpain yang baik untuk menghambat kinerja
beberapa jenis mikroorganisme yang mengganggu fungsi pencernaan. Daun
pepaya bisa juga dimanfaatkan untuk mengontrol tekanan darah serta
mengobati demam berdarah dan nyeri haid.
12. Jinten Hitam
Jinten hitam sendiri sudah diteliti dan dilaporkan memberi manfaat
pada bidang farmasi untuk banyak jenis pengobatan seperti anti-bakteri,
anti-jamur, analgesik, anti-radang, anti-maag, anti-hipertensi,
antivirus, asma, alergi, gangguan imun, masalah pada saluran pencernaan,
diabetes, kanker usur besar, dan epilepsi. Perlu juga ketahui
bahwasanya jinten hitam memberikan beberapa efek samping sehingga
pengonsumsiannya harus dibawah pantauan ahli pada dosis yang dianjurkan.
13. Pegagan
Beberapa kondisi kesehatan yang terganggu bisa diatasi oleh daun
pegagan, seperti sifilis, asma, dan psoriasis (masalah kulit). Selain
itu, pegagan juga banyak dimanfaat sebagai tanaman obat keluarga utnuk
mengobati penyakit ulkus lambung, epilepsi,diare, demam, hepatitis, dan
kelelahan mental.
14. Blustru
Bagian dari tanaman blustru yang mempunyai fungsi pengobatan adalah
daun, akar, dan batangnya. Daun blustru mempunyai sifat diuretik,
anti-inflamasi, antelmintik, emetik, laktagoga, dan pencahar ringan.
Akarnya juga mempunyai sifat anti-radang. Bagian batang bisa melancarkan
aliran darah. Secara keseluruhan, tanaman blustru bisa dimanfaatkan
untuk membaut ramuan obat bisul, haid tidak teratur, sesak nafas, sakit
pinggang, batuk, migrain, dan wasir.
15. Kemuning
Daun kemuning yang mempunyai bentuk cantik seperti
tanaman hias
ini dapat digunakan untuk mencegah terjadinya koagulasi atau bekuan
darah. Selain itu, daun kemuning juga telah diuji lewat studi ekstrak
etanol yang melibatkan tikus sebagai subjek penelitiannya dengan hasil
terjadinya penurunan jumlah glukosa darah yang signifikan, sehingga
ditarik kesimpulan bahwa daun kemuning juga baik untuk pengidap
diabetes.
16. Daun Murbei
Menurut catatan pada sebuah jurnal hasil penelitian pada tahun 2012, daun murbei mengandung senyawa asam galik (
galic acid)
yang bisa bekerja menurunkan tingkat glukosa pada darah. Laporan
tersebut diperkuat oleh hasil riset lain yang dijurnalkan juga bahwa
daun murbei memberi dampak terhadap pasien diabetes tipe 2 dengan tanda
terjadinya kestabilan kadar glukosa setelah mengonsumsi sukrosa murni
yang terdapat pada daun murbei.
17. Kumis Kucing
Tanaman kumis kucing diambil bagian daunnya untuk dijadikan bahan
peluruh batu ginjal. Hal tersebut dapat dilakoni oleh daun kumis kucing
karena mempunyai sifat diuretik dengan meluruhkan atau membersihkan
saluran kencing. Selain itu, kandungan zat aktif di dalam kumis kucing
juga dapat menyembuhkan penyakit asam urat, hipertensi, diabetes, dan
beberapa penyakit lain meski dikonsumsi mandiri atau dicampur dengan
macam-macam tanaman obat keluarga lainnya.
18. Daun Sirih
Daun sirih juga mempunyai kegunaan sebagai tanaman herbal untuk
mengatasi berbagai macam penyakit seperti batuk berdahak, sariawan,
bronkitis, kulit berjerawat, sakit gigi, keputihan, demam berdarah, haid
tidak teratur, asma, radang tenggorokan, gusi bengkak, mata merah dan
gatal, bau ketiak, menghilangkan bekas luka bakar, bisul, mimisan,
pendarahan pada gusi, dan permukaan kulit yang terasa gatal.
19. Daun Salam
Senyawa yang tertanam di daun salam dibantu oleh vitamin dan mineral
untuk menghadirkan fungsi pengobatan. Salah satu penyakit yang bisa
ditangani oleh daun salam aalah diabetes tipe 2 dengan cara menurunkan
glukosa darah, kolesterol, dan kadar trigliserida di dalam tubuh.
Perubahannya akan terlihat setelah mengonsunsi daun salam bubuk minimal
selama satu bulan.
20. Daun Jambu Biji
Daun jambu biji bisa menanggulangi masalah diare. Masalah kesehatan
yang banyak menimpa orang ini tidak bisa dianggap enteng. Tercatat bahwa
setiap tahun banyak orang yang meninggal akibat diare kronis. Untuk
itu, segera gunakan daun jambu biji bila Anda sedang terkena diare.
Diare harus ditangani dengan cepat dan sigap, jangan dipandang sebelah
mata meski terkesan sebagai penyakit remeh.
21. Daun Sukun
Banyak penelitian yang melaporkan adanya senyawa khusus pada daun
sukun yang berguna untuk penderita diabetes, gagal ginjal, penyakit
jantung, asam urat, dan kolesterol tinggi. Beberapa senyawa tersebut
antara lain asam hidrosionat, polifenol, quercetin, tannin,
artoindosionin, dan ortoindonesionin yang banyak digunakan sebagai
komponen aktif dalam bahan obat.
22. Kayu Manis
Di dalam kayu manis tertanam antimikroba yang kuat, anti-peradangan,
anti-infeksi, dan anti-koagulan. Ada juga antioksidan, polifenol,
kalsium, zat besi, mangan, dan serat pada kayu manis. Keberadaan
komponen aktif di dalam kayu manis membuatnya baik dipergunakan sebagai
tanaman obat keluarga untuk mengontrol gula darah, meningkatkan
kewaspadaan mental, mencegah penyakit jantung, meningkatkan fungsi usus
besar, mencegah kanker, mengurangi peradangan konstan jaringan internal
otak, mengurangi nyeri rematik, dan mengobati infeksi saluran
pernafasan.
23. Daun Dadap Ayam
Kandungan pada daun dadap ayam ada alkaloid eritralina, kholina,
minyak lemak, resin, betaina, kholina, hepaforina, erisotiofina, dan
erisovina. Kegunaan dari daun dadap ayam sebagai tanaman keluarga untuk
mengobati batuk, demam, disentri, haid tak teratur, dan pelancar asi.
Daun dadap ayam diaplikasikan sebagai obat luar untuk mengobati radang
dan penyakit kulit.
24. Adas Pulosari
Sebagai salah satu tanaman obat keluarga yang berkhasiat, adas
pulosari sudah tentu menyimpan banyak kandungan seperti minyak atsiri,
anetol, pinen, dipenten, fenkon, limonen, felandren, asam anistat,
anisaldehid, dan minyak lemak. Adas pulosadri bisa dimanfaat sebagai
ramuan obat untuk meredakan batuk, sakit perut, mual, diare, dan perut
kembung. Tanaman ini juga bisa dikonsumsi untuk mengobati ambeien,
ambeien berdarah, bau mulut, biduran, dan batu empedu.
25. Brotowali
Brotowali mempunyai sifat analgesik, alkaloid, antipiretik,
antineoplastik, antidiabetik, antioksidan, antidepresan, antiporotik,
anti-alergi, dan imunologi. Keseluruhan sifat tersebut menjadikan
brotowali sebagai tanaman obat keluarga yang serbaguna, bisa dipakai
untuk memenyembuhkan luka, menyembuhkan penyakit kulit, mengontrol gula
darah, menurunkan panas demam, menyembuhkan nyeri rematik, menghilangkan
gatal, menyembuhkan malaria, dan mengobati diare.
26. Kemukus
Bagian yang banyak menyimpan minyak arsiri beserta senyawa kimia yang
mempunyai fungsi pengobatan terletak pada bijinya. Biji kemukus dipakai
untuk mengobati beberapa macam penyakit seperti flu pada bayi,
mengembalikan energi, mengobati asma dan sesak nafas, serta mengatasi
keputihan dengan cepat. Penggunaan kemukus tida boleh berlebihan karena
bisa menyebabkan keracunan, iritasi pada saluran kemih, iritasi pada
ginjal, dan iritasi pada usus.
27. Jeruk Nipis
Tanaman obat keluarga jeruk nipis bisa dijadikan herbal alami untuk
menghilangkan sumbatan vital energi, meluruhkan dahak, mengobati batuk,
meluruhkan kencing dengan sifat diuretiknya berikut keringat, serta
mendukung proses pencernaan bekerja lebih baik. Selain itu, jeruk nipis
juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati ambeien, amandel,
anyang-anyangan, batu ginjal, batuk disertai influenza, demam, difteri,
haid tidak teratur, vertigo, radang tenggorokan, panu, pegal linu, sakit
gigi, dan tekanan darah tinggi.
28. Delima
Bagian biji, daging buah, kulit buah, daun, bunga, kulit kayu, hingga
akar tanaman delima bisa digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa
khasiat dari buah dengan rasa nikmat ini di bidang pengobatan antara
lain untuk obat cacingan, pembersih lambung, disentri, keputihan, rasir,
nyeri lambung, muntah darah, radang gusi, pendarahan, penurun demam,
sariawan, obat batuk, hipertensi, rematik, dan bronkitis.
29. Cabai Merah
Menurut beberapa penelitian, cabai merah mengandung antioksidan yang
bisa menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Selain itu, cabai juga
mengandung senyawa bernama Capsaicin dan Lasparaginase yang berperan
sebagai zat antikanker. Kandungan kapsikol yang terdapat di cabai merah
juga bisa mengurangi pegal-pegal, encok, kulit gatal, sakit gigi, dan
gangguan rematik.
30. Mengkudu
Tanaman obat keluarga dengan tampilan buah yang unik ini mengandung
sejumlah senyawa kimia yang bisa melakukan banyak fungsi pengobatan atau
pemeliharaan kesehatan, seperti melancarkan sistem peredaran darah,
membunuh bakteri pembuat infeksi, mencegah kanker, mengobati batuk,
meningkatkan imunitas, mengobati sakit kuning, mengobati perut kembung,
luka pada usur halus, radang lambung, dan masih banyak lagi.
31. Kapulaga
Ragam khasiat dari biji kapulaga bisa untuk membantu mengatasi
berbagai keluhan yang berhubungan dengan saluran pencernaan, seperti
sakit perut, susah buang air besar, diare, dan gangguan pencernaan lain.
Kapulaga juga bisa melancarkan sirkulasi darah dan menormalkan tekanan
darah sehingga cocok untuk penderita hipertensi. Bukan hanya itu,
kapulaga juga dilaporkan mempunyai sifat diuretik yang bisa melancarkan
pengeluaran urin sehingga baik untuk ginjal.
32. Bangle
Bangle di negara Thailand banyak digunakan untuk minyak pijat.
Sementara di negara lain, termasuk Indonesia, bangle banyak dimanfaatkan
untuk mengobati demam, sakit perut, sakit kepala, sakit kuning,
cacingan, rematik, perut kembung, batuk berdarah, dan masuk angin.
Bagian yang digunakan untuk pembuatan obat lebih sering rimpang dan
daunnya.
33. Jahe
Banyak orang yang mengenal bahwa jahe dinikmati sebagai minuman yang
bisa menghangatkan tubuh. Padahal, jahe juga bisa dipakai untuk
mengobati berbagai jenis masalah perut, seperti mabuk, sakit perut,
mual, diare, perut kembung, morning sickness, muntah pasca operasi, dan
hilangnya nafsu makan. Selain itu, jahe juga mempuynai kegunaan lain
untuk masalah nyeri otot, nyeri haid, nyeri punggung bawah, nyeri dada,
bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan atas.
34. Kencur
Kencur biasa diramu menjadi bahan obat untuk mengobati influenza,
batuk, masuk angin, keseleo, membersihkan darah kotor, mengobati mulas,
radang lambung, daire, sakit kepala, dan batu ginjal. Pengobatan kencur
bisa dilakukan secara mandiri di rumah atau ke pusat pengobatan
tradisional yang telah berpengalaman dalam melakukan terapi penyakit
dari bahan herbal.
35. Kunyit
Kunyit banyak dipilih sebagai terapi pengobatan tradisional karena
diyakini lebih efektif daripada menggunakan obat yang diresepkan oleh
dokter. Dari beberapa penggunaannya, diketahui bahwa kunyit biasa
dipakai untuk menghilangkan rasa gatal, membunuh virus, mencegah
depresi, menurunkan tekanan darah, meredakan demam, mengusir bau badan,
mengatasi gatal akibat cacar air, obat malaria, diare, penambah stamina,
obat radang gusi, dan telat datang bulan.
36. Temulawak
Setidaknya, macam-macam tanaman obat keluarga tersebut yang paling
banyak ditanam dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pembuatan
ramuan obat tradisional. Memang banyak yang menganggap bahwa pengobatan
dengan bahan yang diperoleh langsung dari alam mempunyai khasiat yang
luar biasa, akan tetapi jangan sampai Anda ceroboh. Oleh karena itu,
dalam penggunananya, jika Anda masih awam, lebih baik minta saran
langsung oleh mereka yang sudah lama menggunakan metode pengobatan
tradisional ini.
sumber : http://tanamtanaman.com/tanaman-obat-keluarga/