Selasa, 14 November 2017

PRAMUKA PENEGAK

Pramuka Penegak merupakan golongan sekaligus sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka yang berusia antara 16 sampai dengan 20 tahun. Tingkatan golongan pramuka penegak ini merupakan penggolongan pramuka berdasarkan usia didik setelah pramuka siaga (usia 7 – 10 tahun) dan pramuka penggalang (usia 11 –15 tahun).
Penggunaan istilah ‘penegak’, sebagaimana istilah lainnya dalam kepramukaan, diambilkan dari romentisme sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Kata ‘penegak’ (kata dasar ‘tegak’) merujuk pada tahap keberhasilan bangsa Indonesia dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahap tegaknya (berdirinya) negara Indonesia ditandai dengan proklamasi kemerdekaan yang dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945. Tahap ini didahului oleh tahap-tahap sebelumnya seperti penyiagaan bangsa dan penggalangan persatuan dan kesatuan yang mana kedua tahapan itu kemudian dijadikan nama golongan anggota Gerakan Pramuka siaga dan penggalang.
Seseorang dapat menjadi pramuka penegak setelah menginjak usia 16 tahun. Sebelum dilantik menjadi pramuka penegak seorang calon pramuka penegak melewati masa yang dinamakan ‘tamu ambalan’ selama sedikitnya satu bulan. Selama menjadi tamu ambalan, calon penegak dapat mengikuti acara-acara tertentu dalam ambalan hingga kemudian dilantik dalam sebuah upacara penerimaan tamu ambalan.

Kode Kehormatan Pramuka Penegak

Sebagaimana golongan anggota Gerakan Pramuka lainnya, pramuka penegak memiliki kode kehormatan yang terdiri atas Satya Pramuka dan Darma Pramuka. Satya Pramuka (janji) penegak disebut sebagai ‘Trisatya’ yang terdiri atas tiga butir janji. Sedangkan Darma Pramuka (ketentuan moral) penegak disebut sebagai ‘Dasadarma’ yang terdiri atas sepuluh butir sikap dan norma tindakan yang harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan kepramukaan maupun di luarnya.
Adapun bunyi Trisatya dan Dasadarma untuk pramuka penegak adalah sebagai berikut:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,
  • menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat,
  • menepati Dasadarma.
Dasadarma
  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Pengorganisasian Pramuka Penegak

Pramuka penegak dikumpulkan dalam kelompok-kelompok. Kelompok atau satuan terkecil disebut ‘sangga’ yang terdiri atas 4 – 8 pramuka penegak. Sangga dinamai dengan nama-nama Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana, atau nama-nama lain sesuai aspirasi anggota angga. Sangga dipimpin secara bergantian oleh Pemimpin Sangga (disingkat Pinsa) yang dipilih dari dan oleh anggota sangga yang bersangkutan.
Tiga atau empat sangga dengan total anggota antara 12 sampai 32 dihimpun dalam satuan yang lebih besar yang disebut sebagai ‘ambalan’. Ambalan dipimpin oleh seorang Pemimpin Sangga Utama yang disebut ‘Pradana’ yang dipilih dari dan oleh para Pemimpin Sangga dalam pasukan tersebut. Pradana yang terpilih tetap menjadi Pemimpin Sangga bagi sangganya. dalam kegiatannya, ambalan penegak dibimbing oleh seorang Pembina Penegak dan seorang Pembantu Pembina Penegak yang dipanggil dengan sebutan ‘kakak’ baik untuk putra maupun putri. Nama ambalan diambilkan dari nama-nama pahlawan atau tokoh sejarah, pewayangan ataupun legenda.
Dalam ambalan dibentuk juga ‘Dewan Ambalan Penegak’ atau ‘Dewan Penegak’ yang diketuai oleh Pradana dengan dibantu oleh perangkatnya seperti Pemangku Adat, Kerani (Sekretaris), Bendahara, dan beberapa anggota dengan masa bakti selama satu tahun. Tugas Dewan Penegak antara lain:
  1. Merancang dan melaksanakan program kegiatan
  2. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
  3. Merekrut anggota baru
  4. Membantu sangga dalam mengintegrasikan anggota baru dalam sangga
  5. Menyiapkan materi yang akan dibahas dalam Majelis Penegak
Selain itu untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggung jawab dibentuk pula ‘Dewan Kehormatan Penegak’ yang bertugas menentukan pelantikan, penghargaan atas prestasi dan atau jasanya dan tindakan atas pelanggaran terhadap kode kehormatan serta merehabilitasi anggota ambalan.

Pakaian Seragam Pramuka Penegak

Pakaian seragam pramuka penegak adalah sebagai mana gambar di bawah:

Sistem Tanda Kecakapan Pramuka Penegak

Kecakapan pramuka penegak terdiri atas kecakapan umum, kecakapan khusus, dan pramuka garuda. Kecakapan Umum ditempuh dengan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang terdiri atas dua tingkat yaitu Penegak Bantara dan Penegak Laksana. Kecakapan khusus dicapai dengan menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus yang memiliki tiga tingkatan yaitu purwa, madya, dan utama. Pramuka penegak yang telah menyelesaikan kecakapan umum Pramuka Laksana dapat menempuh Pramuka Garuda.

Lain-lain Tentang Pramuka Penegak

Di samping hal-hal di atas beberapa hal yang perlu diketahui terkait dengan pramuka penegak antara lain:
  • Pramuka penegak biasa disingkat dengan huruf ‘T’ yang diambil dari huruf pertama kata dasar ‘tegak’.
  • Pramuka penegak menggunakan kode warna berwarna ‘kuning’
  • Upacara dalam ambalan penegak menggunakan formasi barisan ‘perlombaan’ atau ‘berbanjar’ yaitu menghadap satu arah dengan Pinsa berada di depan dan anggota sangga lainnya di belakang Pinsa. Bentuk barisan ini mengandung filosofi terbukanya pandangan dan pola pikir para pandega dalam menerima pengaruh yang baik dari lingkungan sekitarnya.
  • Arti dan kiasan istilah-istilah dalam pramuka penegak:
    • Penegak dari kata ‘tegak’ yang mengiaskan periode setelah berhasilnya mensiagakan kemerdekaan bangsa dan menggalang  persatuan, maka bangsa Indonesia telah siap untuk menegakkan kemerdekaan yang ditandai dari peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI, pada tanggal 17 Agustus 1945.
    • Sangga mempunyai arti ‘gubug’ atau rumah kecil tempat penggarap sawah
    • Nama-nama sangga mulai dari ‘Sangga Perintis’ mengandung arti perintisan (menjadi pembuka/pelopor) dalam kebajikan; ‘Sangga Penegas’ mengandung arti kemampuan mengambil keputusan yang arif dan bijaksana; ‘Sangga Pencoba’ mengandung pengertian keberanian mencoba segala sesuatu yang positif; ‘Sangga Pendobrak’ mengandung pengertian keberanian mengemukakan kebenaran dan melawan kemungkaran; dan ‘Sangga Pelaksana’ mengandung pengertian keberanian melaksanakan sesuatu tugas dengan penuh tanggung jawab.
    • Kata Ambalan berasal dari bahasa Jawa  ‘ambal-ambalan’,  yakni kegiatan yang dilakukan terus menerus. Ambalan juga disebut sekumpulan orang yang sedang melakukan suatu pekerjaan.
    • Nama tingkatan SKU Penegak mulai dari ‘Bantara’ yang mempunyai pengertian kader, ajudan, pengawas pembangunan yang kuat, baik dan terampil serta bermoral Pancasila sekaligus bermakna sebagai calon pemimpin bangsa dan negara yang masih belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam memimpin; ‘Laksana’ mengandung arti pemimpin muda yang sudah  sanggup mengemban dan melaksanakan tugas pembangunan bangsa dan negara serta mempunyai tanggung jawab yang lebih besar.
  • Pramuka penegak dapat pula mengikuti atau bergabung dengan Satuan Karya Pramuka (Saka), semisal Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Tarunabumi, Saka Bahari, dll.

Peraturan-peraturan Terkait Pramuka Penegak


sumber
 https://pramukaria.blogspot.co.id/2013/05/mengenal-pramuka-penegak.html
 BERIKUT ADALAH STRUKTUR ORGANISASI AMBALAN KEN AROK KEN DEDES SMA N 1 KEJOBONG
Tutup dialog

1.  Ambalan Penegak
a.    Ambalan Penegak beranggotakan paling banyak 40 orang.
b.    Ambalan Penegak terbagi dalam satuan kecil yang disebut Sangga, masing-masing terdiri dari 5-10 orang.
c.    masing-masing Sangga memilih seorang pemimpin Sangga, dan selanjutnya Pemimpin Sangga terpilih diberi kepecayan untuk menunjuk wakil Pemimpin Sangga.
d.    Para Pemimpin Sangga bermusyawarah untuk memilih salah seorang diantara mereka sebagai Pemimpin Sangga Utama, yang disebut PRADANA.  Pradana memimpin Ambalan Penegak dan tetap merangkap jabatan sebagai pemimpin Sangga di Sangganya.

2.  Dewan Ambalan
a.    Dewan Ambalan diketuai oleh Pradana.
b.    Anggota Dewan Ambalan dipilih dari para Pemimpin dan Wakil Pemimpin Sangga, dengan susunan sebagai berikut:
1).   seorang Ketua yaitu Pradana.
2).   seorang Pemangku Adat.
3).   seorang Sekretaris.
4).   seorang Bendahara.
5).   beberapa anggota sesuai dengan kepentingannya.
c.    Dewan Ambalan bertugas untuk merencanakan, melaksanakan, dan menilai kegiatan Ambalan dengan selalu berkosultasi kepada Pembina Ambalan.
d.    Dewan Ambalan mempunyai masa bakti sama dengan masa bakti Gugusdepan (3 tahun).
e.    Dewan Ambalan berkewajiban mengadakan musyawarah sedikitnya enam bulan  sekali.


3.  Dewan kehormatan
a.    Dewan Kehormatan diketuai oleh Pradana.
b.    Susunan Dewan Kehormatan, terdiri dari:
1)    Ketua dewan kehormatan.
2)    Wakil ketua.
3)    Sekretaris.
c.    Dewan kehormatan Penegak bertugas untuk membahas dan memutuskan tentang:
1)    peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Penegak.
2)    pelantikan, penghargaan atas jasa.
3)    pelanggaran terhadap Kode Kehormatan Pramuka.

4.  Pemangku Adat
a.    Pemangku Adat adalah seseorang atau beberapa orang yang dipilih Dewan Ambalan dengan tugas melestarikan Adat Ambalan.
b.    Setiap Ambalan Penegak memiliki sandi Ambalan dan Adat Ambalan, yang disusun, disepakati, dan ditaati oleh anggota Ambalan itu sendiri.
c.    Adat Ambalan harus mampu mendorong para Pramuka Penegak untuk berdisiplin, patuh dan mengarah kepada hidup bermasyarakat dan maju.
d.    Sandi dan Adat Ambalan merupakan gambaran watak dan pedoman tingkah laku anggota Ambalan, sehingga tampak ciri khas kehidupan para Pramuka Penegak Ambalan tersebut.

Dalam kepramukaan organisasi satuan adalah sangat penting dan  merupakan alat pendidikan, yang efektif dan efisien karena nantinya bermanfaat bagi anggota Pramuka ketika terjun di masyarakat yang sebenarnya menuju ke suatu kemantapan sikap mental positif, terbentuknya kepribadian yang luhur, berguna bagi dirinya sendiri, berguna bagi nusa dan bangsa serta berguna bagi agama yang dipeluknya.

KEPUSTAKAAN
1.    Keputusan Kwarnas No. 231 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugus Depan Gerakan Pramuka.
2.    Keputusan Kwarnas No. 080 Tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
2.    Bahan KML, Kwarnas, Jakarta, 1983.


CONTOH BAGAN STRUKTUR ORGANISASI AMBALAN PENEGAK




PRADANA
1. Berperan sebagai ketua yang memimpin pengelolaan Dewan Ambalan.
2. Mempertanggung jawabkan kinerja Dewan Ambalan kepada Gugus Depan

PEMANGKU ADAT
1. Mengeloha kegiatan yang berhubungan dengan Adat Ambalan.
2.  Bertanggung jawab atas peningkatan kualitas kepribadian dan akhlak anggota ambalan.

KERANI
1.  Mengelola urusan sekretariat Dewan Ambalan.
2.  Bertanggung jwab atas pembinaan pengurus Dewan Ambalan.
3.  Bertanggung jawab atas pencitraan dan publikasi kegiatan Ambalan.
4.  Mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada Pradana.

JURU UANG
1.  Mengelola keuangan Dewan Ambalan.
2.  Membuat kegiatan dalam rangka usaha dana mandiri bagi Dewan Ambalan.
3.  Bertanggung jawab terhadap inventaris sarana dan prasarana Dewan Ambalan.
4. Mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada Pradana.

DIVISI TEKNIK KEPRAMUKAAN
1.  Menyediakan bahan materi dan formulasi kegiatan, khusunya untuk latihan rutin.
2.  Melakukan pelatihan bagi kontingen untuk kegiatan partisipasi.
3.  Melakukan penelitian dan evaluasi terhadap kegiatan ambalan.
4.  Mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada Pradana.

DIVISI PENGABDIAN MASYARAKAT
1.  Mengelola kegiatan yang bersifat bakti masyarakat.
2.  Mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada Pradana.


DAN MASIH BANYAK LAGI DIVISI DIVISI YANG ADA DI AMBALAN KAMI,SEMOGA INFORMASI INI BERMANFAAT UNTUK TEMAN TEMAN AMBALAN YANG LAINNYA.

SALAM PRAMUKA!!!!!!
 

Catatan:
Dewan Ambalan putra dan putri terpisah, sehingga memiliki struktur yang sama. Karena situasi dan kondisi, dalam aktifitasnya Dewan Ambalan Putra dan Putri bisa bekerja bersama-sama sebagai satu organisasi.
Bentuk setruktur, khususnya bidang-bidang dalam satuan penegak tidak ada aturan atau petunjuk penyelenggaraannya. Sehingga tiap Dewan Ambalan bisa membuat sesuai kebutuhan dan situasi dan kondisi yang ada.

SUMBER :
 https://merbabu13.wordpress.com/2011/03/30/organisasi-dalam-ambalan-penegak/
 

Selasa, 07 November 2017

TEKNIK PENYEBRANGAN SUNGAI


 Untuk kesempatan kali ini, kami ingin memberi sedikit ilmu untuk teman teman pramuka mengenai
TEKNIK PENYEBRANGAN SUNGAI

indonesia merupakan negara tropis yang memiliki curah hujan cukup tinggi menyebabkan banyak terjadi aliran air permukaan , baik sebagai sungai ataupun daerah tangkapan air, besar maupun kecil. Sungai-sungai tersebut bermuara di pesisir-pesisir pantai yang mengelilingi pulau-pulau di Indonesia.

Di saat musim hujan, debit air biasanya bertambah tinggi bahkan kadang menyebabkan banjir. Selama kurun waktu tersebut pula, terkadang perjalanan-perjalanan dilakukan oleh penggiat alam terbuka, mencoba bermain-main dengan aliran sungai dalam olahraga arus deras ataupun perjalanan biasa yang harus dilakukan dengan memotong sungai yang lebar dan deras. Perlukita kenali beberapa hal yang berhubungan dengan penyebrangan agar persiapan perjalan semakin baik dan yang utama factor SAFETY dari perjalanan kita sendiri.

Perencanaan Awal

Sebelum memulai suatu perjalanan apapun yang harus kita lakukan pertamakali dalam hal teknis adalah analisa perjalanan.analisa perjalanan dengan bantuan seluruh data-data yang kita miliki baik berupa laporan, peta dan lain sebagainya. Bukalah peta lokasi yang akan anda tuju semakin sering anda melihat dan perhatikan peta, semakin baik anda mengenal daerah yang dituju.

Bahkan sebelum memulai perjalanan, anda sudah seperti berada disana dan berjalan sesuai oprasi yang direncanakan (ROP). Perencanaan perjalanan termasuk diantaranya akan menyebrangi sungai dengan garis lurus ataukah mencari titik yang tepat untuk melakukan penyebrangan. Hubungan perencanaan dengan penyebrangan beberapa dintaranya adalah memperkirakan.

1. Berapa sungai yang akan dilewati ?
2. Berapa lebar sungai ?
3. Daerah aliran sungai, perkiraan sungai akan berair atau tidak, derasnya ?
4. Apakah lokasi jauh dari pemukiman /terpencil dan bagaimana hubungannya dengan prosedur emergensi ?
5. Dimana lokasi jembatan terdekat ? apakah ada jalan yang memutar / sekitar sungai ?

Dari data-data teknis ini, persiapan oprasi akan ditindaklanjuti dengaan persiapan lainnya misalnya :

1. Perlengkapan yang akan mendukung oprasi
2. Pembekalan materi penaksiran sungai, kedalaman, cuaca dll

Pemeriksaan Sungai

Setelah berada di lokasi kita akan dihadapkan pada beberapa situasi. Jika ada kesempatan untuk menyebrangi sungai dengan aman, kita akan berusaha untuk memeriksa terlebih dahulu untuk menemukan titik yang terbaik untuk menyebrang. Perhatikan sungai yang akan disebrangi dan bahas bersama dengan anggota tim lainnya. Mengingat waktu oprasional usahakan pembahasan tidak memakan waktu yang lama. Pertimbangkan faktor-faktor yang berhubungan : arus, kedalaman, lebar, batu-batuan di sisi atau di dasar sungai, termasuk kejernihan air.

Memperkirakan pergerakan permukaan sungai merupakan bantuan yang baik karena keadaan ini sangat dipengaruhi oleh keadaan di bawah permukaan sungai.Aliran utama biasanya diindikasikan dengan bentuk huruf V yang lebar, dengan arus yang relatif lebih deras dibandingkan sekitarnya. STANDING WAVES merupakan indikasi batu besar yang terdapat pada dasar sungai yang membelokan air kebagian atas kepermukaan. Hal ini merefleksikan / gambarkan permukaan dasar sungai yang tidak teratur sehingga sulit untuk disebrangi.

Batu besar juga dapat menyebabkan terjadinya EDDIES dimana arus yang mengalir berlawanan dengan arus utama.Lokasi dimana terdapat halangan yang besar.Eddies dapat menyebabkan aliran balik yang kuat menuju penghalangnya. VERTIKAL EDDIES atau disebut juga dengan STOPPER cukup berbahaya karena sekali terperangkap, hampir mustahil keluar darinya. Terbentuk karena bagian dasar dari sungai yang memiliki perbedaan ketinggian yang besar. Sebagian air diteruskan ke arah hilir sedangkan sebagian lain bergarak ke permukaan sungai dan berputar penghalangyang terletak di bawah permukaan air atau yang setengah terendam, seperti dahan pohon juga juga cukup berbahayam, walau kadang bias di jadikan pegangan (tapi ingat pegangan ini tidaklah permanen sehingga lebih baik untu tidak memegangnya).

Pemilihan Titik Seberang

Untuk memilih titik-titik penyebrangan, terdapat beberapa factor yang harus di perhatikan.

Lihat sekali lagi peta anda dan cari petunjuk-petunjuk yang mungkin terlewatkan. Perhatikan lebar sungai dengan baik (lihat jenis peta yang anda gunakan misalnya sungai yang tandai dengan garis ganda pada peta OS Second Series menandakan lebar 8 meter, perhatikan juga skala).

Daerah yang dipilih harus bebas dari halangan misalnya batu terendam, pohon roboh yang dapat mengoyak tali atau memerangkap yang berenang. Hindari tepi sungai yang tinggi dan pastikan titik keluar memungkinkan, dengan akses yang baik sepanjang tepinya. Periksa air yang keluar. Halangan buatan manusia misalnya jembatan rubuh harus tetap perhatikan.

Aliran umumnya lebih kuat pada bagian luar dari belokan / tikungan. Disini akan sering menemukan tepian UNDERCUT dan dalam, aliran air yang cepat yang tidak baik untuk disebrangi.

Dasar sungai sebaiknya serata mungkin dengan kedalaman yang rata dan bebas dari batu-batuan, singkapan batuan, atau Lumpur-lumpur yang melekat. Jangan mengan dalkan titik penyebrangan hanya pada satu titik khusus karena jika terjadi kenaikan permukaan air malah dpat menjadaikan titik tersebut menjadi berbahaya.

Pemilihan titik penyebrangan di pengaruhi dengan keter batasan peralatan yang dibawa oleh tim. Misalnya tali telah dibawa, tapi perlu diketahui panjang tali tersebut.

Terakhir harus dapat diperkirakan apa yang akan dilakukan apabila ada yang terjatuh danterbawa arus. Bagaimana ia dapat diselamatkan ?

Teknik Penyeberangan

Setelah memilih titik penyebrangan, harus dipilih metode yang tepat / cocok dengan situasi lokasi dan kondisi tim. Jangan tergesa-gesa karena persiapan ini merupakan hal yang penting. Prosedur pengikatan tali, berdiri di air, tepian mana yang jadi tujuan merupakan hal yang penting untuk di persiapkan.

Komunikasi visual yang sederhana dapat di sepakti bersama mengingat sungai adalah lokasi yang bising dan jarak antar personil bias jauh. Jika menggunakan tali, komuikasi tali di tarik atau dikendurkan perlu di sepakati.

Penyebrangan Tanpa Tali

Beberapa sungai dapat disebrangi tanpa pemikiran lain bahwa diperlukan untuk menemukan tempat sempit (sungai yang tidak lebar) untuk dapat melompat dan menyebrang. Hanya ingat bahwa 1,5 meter pun lompatan dapat membuat ketakutan terutama jika membawa beban ransel yang berat. Pada beberapa cara, berlompatan dari btu ke batu mungkin merupakan cara yang baik untuk menunjukkan keseimbangan kita, tetapi merupakan cara yang cepat untuk terpeleset atau jatuh yang akan menyebabkan terkilir atau lukaparah.

Pilihlah tehnik yang memungkinkan bagi seluruh tim dan terutama berhati-hati menyebrang pada batu yang licin lebih baik berbasah-basah tapi aman daripada berusaha agar tetap kering tapi cara yang dipilih beresiko, baik jatuh atau celaka (yang toh menyebabkan basah juga).

Jika memutuskan berbasah ria, tehnik dasar untuk menyabrang dapat disesuaikan baik menggunakan tali maupun tidak.

Peraturan adalah tetap gunakan sepatu. Ini akan melindungi kaki dari hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat membuat pijakan lebih kuat dari pada telanjang kaki. Kaos kaki dapat disimpan diransel supaya tetap kering. Jika memiliki gaiter, lebih baik digunakan juga. Gaiter akan membantu melindungi kaki, menyekat kaki, menahan pasir / batu kecil batu kecil masuk kesepatu, celana panjang dan baju panjang dapat dilipat agar tetap kering / tidak terkena air. Tetaplah pakai ransel, tetapi jangan mengunci belt pinggangnya karena dapat langsung dilepas jika terjadi sesuatu. Posisi ransel akan lebih banyak diatas permukaan sungai dan akan mengambang. Terlebih jika paking ranselyang dilakukan baik sehingga berlaku seperti kantong udara dan jika sesuatu terjadi dapat diper gunakan sebagai pelampung.

Sewaktu penyebrangan buatlah badan menuju kehulu dengan kaki yang merentang setengah meter. Jika menghadap kehilir atau kesamping, kekuatan aliran sngai terpusat terarah pada bagian kaki, dapat menyebabkan kaki tertekuk dan jatuh. Hindari perselingan antar kaki dan tetap berjalan dengan menyeret kaki (cara jalan seperti terseret tetapi tetap didasar sungai, jangan mengangkat terlalu tinggi) dan pastikan satu kaki telah dikokohkan dulu sebelum menggerakkan yang lain.

Cobalah untuk mempertahan kaki kontak dengan dasar sungai. Hal ini kadang kala membantu kemantapan berdiri walau saat kaki tertekuk. Kaki yang dibelakang sebaiknya menjadi setengah berbelok menuju tepian yang dituju untuk memperoleh efek FERRY-GLIDE jika tersedia tongkat yang kuat, tempat kanlah didepan karena akan berfungsi sebagai kaki ketiga dan berguna sekali untuk menjaga kesetabilan. Juga dapat berfungsi mengetahui kedalaman.

Penyebrangan Dengan Bantuan Tali

Tidak ada percobaan penyebrangan yang dilakukan untuk menyebrangi sungai tanpa keamanan tali kecuali jika nyata bahwa peyebrangan dapat dilakukan tanpa tali.Metode yang akan dijelaskan sekarang coco untuk penyebrangan air dangkal ketika konsekuensi slip/meleset merupakan factor utama, lebih sekedar basah-basah. Tiga metode semuanya tergantung pada kerjasama tim, jugasusunan tim jika dibandingkan hanya dilakukan oleh individu. Tiga orang dengan tinggi yang sama, masuk dengan posisi yang berkerumunan dengan tangan yang bersambung dan saling berpegangan

Anggota yang paling kuat harus menghadapi kehulu.berpegangan erat satu sama lain, grup ini mulai berjalan memotong sungai saling “menguatkan” anggota satu sama lain. Jika dasar sungai tidak rata, mungkin perlu untuk bergerak satu-satu pada satu waktu. Dilain pihak, grup ini bergerak atas perintah / aba-aba dari pemimpin grup.

Satu kelompok yang terdiri dari tiga orang atau lebih mengam bil posisi yang telah ditunjukan, tiap anggota menghadap kehulu dan saling berpegangan pinggang padaorang yang ada didepannya pemimpin jika memungkinkan menggunakan tongkat untuk menambah kesetabilan seluruh barisan harus bergerak kearah sisi secara simultan, tiap langkah yang terseret bergerak sesuai kordinasi dari pemimpin. Penyebrangan dengan berbaris menghadap kehulu sungai.

Pada metode ini, tiga atau lebih orang berbaris menghadap sisi dengan tangan saling terkait dan memegang tongkat yang panjang. Posisi barisan menghadap kesungai atau pararel dengan bagian tepi dimaksudkan untuk mengurangi area yang berhadapan langsung dengan arus sungai.

Jatuh / Hanyut

Jika yang terburuk terjadi misalnya kehilangan pijakan dan hanyut, ingatlah kita masih punya pelampung yaitu ransel anda jangan panik jika masih berpegangan atau terkait dengan tali, badan anda akan terayun ketepi. Jika anda tidak terkait sama sekali dengan tali, lepaskan ransel anda yang tidak terkunci belt pinggangnya, tetap pegang erat-erat dan letakan kaki menghadap kehilir sehingga kaki anda dapat “menangkis” batu atau halangan lainnya tidak langsung berbenturan langsung dengan badan ransel anda akan berfungsi/bertindak sebagai pelampung. Jadi betapa pentingnya melakukan packing yang baik sebelum melakukan penyebrangan jangan coba untuk melawan arus tetapi perlahan-lahan keluar darinya menuju tepian atau menggunakan eddies atau arus yang lambat untuk maju pilihlah titik pendaratan yang bebas dari dahan-dahan dibawah air.

Metode Pendulum

Pada metode pendulum salah satu ujung tali dipegang terlebih dahulu anggaplah dilakukan oleh si B dan bertindak sebagai belayer pertama hal ini sangat penting karna pada saat jatuh dipastikan penyebrangan akan terayun ketepian yang ditujunya.

Orang pertama menyebrang sebaiknya orang yang kuat dan lebih besar dari anggota tim personil pertama ini si A terikat dengan longgar pada bagian tengah dari panjang tali ujung tali lainnya yang berupa jeat/loop dipegang oleh anggota lainnya, si C tali yang dipegang oleh C disebut tali RECOVERY sedangkan yang dipegang oleh si B disebut tali pendulum perhatikan panjang tali. Harus sepanjang lebar sungai dengan beberapa bagian yang cukup/ lebih untuk pegangan ditiap ujung tali si C bertindak sebagai belayer kedua

Tali yang dipegang si B ditambatkan/di-ancor-kan pada satu tiang/benda dan tali harus bergerak bebas/terulur. Jika ditambatkan dipohon, perhatikan tali usahakan bebas bergerak dalam arti uluran bukan bergerak keatas maupun kebawah. Ancor yang baik misalnya percabangan pohon yang cukup kuat kalau mau membawa katrol lebih baik posisi ancor terletak disebelah hulu dengan panjang menyesuaikan dengan panjangnya tali jika tidak ada ancor tubuh belyerpun dapat dapat digunakan tiang pada kenyataannya memang lebih disukai karena lebih lues (tambatan bebas bergerak). Hanya perlu diingat bahwa hal ini juga mengundang resiko si B terbawa/tertarik oleh si A kecuali dipasang ancor lagi oleh si B dipohon misalnya atau anggota tim lainnya.

Si A kemudian menyebrangi sungai menghadap kehulu dan bersandar pada tali yang dipegang oleh B. si B akan mengendurkan tali berangsur-angsur ketika A menyebrang. Jika terjadi slip, A akan teryun kembali kesisi asal yang paling dekat, dibantu oleh si C. ketika A telah tiba dengan selamat, ada dua cara untuk menyebrangkan orang kedua.

1. Si A keluar dari lilitan tali dan semua tali dikembalikan kesisi yang paling dekat di sebrang. Orang kedua kemudian menyebrang dengan cara yang sama seperti orang pertama, Si A.

2. Si A melepaskan diri dari lilitan tali tetapi menahan/memegang tali tersebut sehingga ketika orang kedua menyebrang A akan ganti membantu terutama pada titik-titik yang dianggap berbahaya.

Tali recovery pada saat orang kedua meyebrang akan bertindak sebagai pengaman, yang akan mengerahkan penyebrang jika terjadi slip. Ingat berarti ada tiga orang yang mengamankan penyebrang kedua.dua orang disisi asal, memegang tali pendulum dan tali recovery dan satu orang disisi sebrang memegang juga tali recovery.

Ketika orang kedua sudah mencapai sebrang, system pendulum-ancor dapat diset lagi disisi sebrang sungai. Tali ditransfer kesebrang, dipersiapkan ancornya oleh kedua orang yang sudah menyebrang. Anggota yang tersisa kemudian menyebrang dan setelah siap penyabrangan dipinggang dikembalikan kesebrang lagi untuk anggota berikutnya.untuk penyebrangan terakhir, tali “pendulum” kini tidak sebagai tali pengaman tapi sebagai tali yang bisa ditarik oleh anggota tim yang sudah disebrang. Intinya jika seseorang akan jatuh, ia akan otomatis terayun hingga ketitik terjauh sisi sungai dengan bantuan tali recovery

CATATAN.

1. Metode ini sangat tergantung dari panjang tali digunakan.

2. Lilitan yang digunakan untuk menjamin penyebrangan seharusnya berukuran dua atau tiga kali ukuran lilitan pinggang akan dipegang erat dengan mengawinkan kelebihan tali ditangan. Jika menggunakan ransel,lilitan dapat lebih panjang lagi.

3. Suatu alternatif atau cara yang cocok untuk menseting system adalah dengan menggambarkan tali sebagai empat bagian yang sama besarnya. Satu sisi akan memiliki dua jerat/loop, untaian lain satu loop dan dua ujung tali. Loopsebelah kiri digunakan untuk penyebrang.

4. Metode yang dijelaskan dapat digunakan untuk menyebrangi sungai dimana lebarnya seperempat atau kurang dari panjang tali. Kemudian jika membawa tali dengan panjang 45 m, sungai dengan lebar 10 m dapat disebrangi.

5. Metode ini minimal dilakukan tiga orang penyebrang

6. Anchor yang digunakan sebaiknya samatingginya dengan bagian-bagian sisi yang mungkin. Ini mengurangi seretan dan kemungkinan sobekan akibat batu atau penghalang lainnya.

Jika sungai lebih lebar dari seperempat panjang tali yang tersedia, berarti agak terlalu lebar untuk dilalui dengan aman. Bagaimanapun juga jika ingin disebrangi sebaiknya menggunakan dua tali satu sebagai pendulum dan yang lainnya danlainnya sebagai tali recovery. Harus diakui bahwa banyak fariasi untuk menyebrangi sungai. Metode pendulum memberikan gambaran saja kepada penyebrang dan memastikan bahwa merekadilepaskan hingga tepi terjauh jika mereka jatuh. Metode apapun yang digunakan sangatpenting untuk membuat penaksian dari semua factor yang relefan baik titik penyebrangan maupun aliran sugainya.

Terkadang penybrangan sungai dilakukan ditepi pantai. Daerah pertemuan air sungai dan air laut terkadang memiliki arus bawah yang cukup besar sehingga kewaspadaan harus lebih ditingkatkan. Dasar sungai umumnya lebih rata dan berpasir sehingga kemungkinan terpeleset lebih kecil.

Dimanapun anda melakukan penyebrangan, di pantai, daerah hulu ataupun hilir tetaplah perhatikan fektor keselamatan. Cermati baik-baik lokasi sekitar penyebrangan apa-apa saja yang dapat mempermudah ataupun mempersulit penyebrangan.


Sumber :  http://mapala-unsultra.blogspot.co.id/2013/01/teknik-penyeberangan-sungai.html

Rabu, 01 November 2017

36 Tanaman Obat Keluarga Untuk Pramuka

sumber :http://tanamtanaman.com/tanaman-obat-keluarga/

 Halo sahabat pramuka se Indonesia, pasti kalian tidak asing lagi dengan materi yang satu ini bukan?, Yaps, benar sekali, kali ini kita akan membahas lebih dalam lagi mengenai TOGA atau Tanaman Obat Keluarga.

Kita sebagai anggota pramuka, memang di haruskan untuk belajar tentang TOGA tersebut, karena selain kita dapat mengetahui tanaman obat keluarga di sekitar rumah kita, kita juga dapat mengaplikasikannya secara langsung, karena TOGA ini ada di sekitar rumah kita, dan kita juga tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu mahal, TOGA ini juga menjadi obat antisipasi apabila alergi terhadap obat dokter..

Berikut adalah 36 macam tanaman obat keluarga yang dapat teman teman pelajari, semoga bermanfaat :) :)

 1. Daun Dewa

daun-dewa

Daun dewa bisa dimanfaatkan sebagai tanaman untuk mengataasi penyakit stroke, rematik, gula tinggi (diabetes), sakit jantung, hipertensi, kanker, pendarahan atau pembengkakan payudara, luka, bekas gigitan binatang buas, kutil, ganglion (sejenis kista yang mucnul pada bagian tangan dan kaki), batuk darah, muntah darah, demam berdarah, kejang-kejang pada anak, wasir, keseleo, gangguan haid, dan beberapa sifat-sifat kimia tersebut yang termasuk fungsi pengobatannya.

2. Daun Seledri

daun-seledri

Penggunaannya sebagai ramuan pembuatan obat herbal ditujukan untuk mengatasi banyak penyakit seperti asma, diabetes, masalah pada sendi, rematik, menurunkan tekanan darah, batuk, mata dan kering. Meskipun biasa dijadikan tanaman obat keluarga, daun seledri juga bisa menimbulkan alergi pada orang yang sensitif, sehingga tidak semua orang dianjurkan untuk mengonsumsinya.

3. Belimbing

belimbing

Belimbing merupakan buah yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi beberapa gangguan terhadap kesehatan. Orang yang mempunyai masalah pada organ ginjalnya disarankan untuk banyak konsumsi belimbing dikarenakan pada buah ini terkandung asam oxalat. Sedangkan untuk orang-orang dengan kolesterol tinggi atau diabetes tidak boleh konsumsi buah ini karena mengandung gula yang tinggi.

4. Daun Kelor

daun-kelor
Pemanfaatan daun kelor sebagai TOGA umumnya untuk pencegahan penyakit, seperti panyakit jantung, kanker, diabetes, dan arthritis. Sudah banyak sekali penelitian atau studi ilmiah yang melibatkan daun kelor sebagai objek utama yang diteliti. Hal yang perlu diingat adalah tidak semua bagian daun kelor aman dimakan. Bagian akarnya lebih baik dihindari karena mengandung zat beracun yang bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Ibu hamil juga tidak dibolehkan konsumsi daun kelor.

5. Daun Bayam Duri

daun-bayam-duri

Beberapa penyakit yang bisa dibantu pengatasannya oleh bayam duri antara lain kencing nanah, anyang-anyangan (kencing yang tidak lancar), bisul, demam, eksim, kurang darah, dan gangguan produksi ASI. Kemampuan tersebut tentu tidak lepas dari berbagai kandungan kimia di dalamnya, seperti tanin, zat besi, kalium nitrat, hentriakontan, amarantin, spinasterol, dan rutin.

6. Kangkung

kangkung

Hampir seluruh bagian tanaman kangkung bisa dimakan, tapi yang paling umum adalah batang dan daunnya yang bisa dimakan matang ataupun mentah, sama seperti bayam. Kangkung sendiri tergolong ke dalam tanaman obat keluarga yang mampu menyembuhkan penyakit urat syaraf lemah, sakit kepala sebalah atau migrain, insomnia, sariawan, sakit gigi, wasir, sembelit, cacar air, dan frambusia (puru/patek).

7. Daun Saga

daun-saga

Pada bagian daunnya banyak terkandung senyawa saponin dan flavonoid. Daun saga berkhasiat untuk mengobati beberapa gangguan kesehatan seperti sariawan, batuk pada bayi, batuk kering, batuk berdahak, tenggorokan gatal, amandel, radang mata, radang tenggorokan, panas dalam, gangguan jantung, hipertensi, dan bronkitis. Daun saga juga diketahui mampu membantu membuat bayi tidur lebih nyenyak dan tidak rewel.

8. Daun Pacar Cina

daun-pacar-cina

Daun pacar cina mengandung garam-garam mineral, alkaloid, minyak atsiri, dan damar. Bagian daun, bunga, dan batang pada tanaman pacar cina (yang lebih sering bagian daunnya) bisa dioleh menjadi tanaman obat keluarga untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti luka memar, bisul, dan haid berlebihan. Bagian bunganya bisa untuk mengatasi perut kembung, batuk, pusing, dan sulit menelan.

9. Landep

landep

Daun landep mempunyai khasiat untuk mengatasi rasa sakit ketika kencing atau sebagai peluruh kencing. Kemampuan tersebut dimiliki oleh daun landep karena mempunyai sifat diuretik dari kandungan-kandungan kimiawi yang secara alami berada di dalamnya. Selain bagian daunnya, bagian akar landep juga bisa dimanfaatkan untuk meredakan demam. Sedangkan kulit kayunya mempunyai khasiat untuk meluruhkan dahak dan keringat.

10. Daun Miana Merah

daun-miana-merah

Gangguan kesehatan seperti wasir atau ambeien bisa diobati oleh daun miana merah dengan cara meminumnya. Selain wasir, daun miana juga berkhasiat untuk membantu memecahkan dan mengeringkan bisul dengan cara megnompresnya beberapa menit hingga bisul sembuh dan kering. Terakhir, daun miana juga mampu menolong penderita diabetes dengan memnumnya secara rutin hingga kadar gula darah turun.

11. Daun Pepaya

daun-pepaya

Daun pepaya bisa digunakan untuk mencegah kanker karena sarat akan getah putih seperti susu, Selain mengandung senyawa antikanker. Daun pepaya juga menyimpan senyawa karpain yang baik untuk menghambat kinerja beberapa jenis mikroorganisme yang mengganggu fungsi pencernaan. Daun pepaya bisa juga dimanfaatkan untuk mengontrol tekanan darah serta mengobati demam berdarah dan nyeri haid.

12. Jinten Hitam

jinten-hitam

Jinten hitam sendiri sudah diteliti dan dilaporkan memberi manfaat pada bidang farmasi untuk banyak jenis pengobatan seperti anti-bakteri, anti-jamur, analgesik, anti-radang, anti-maag, anti-hipertensi, antivirus, asma, alergi, gangguan imun, masalah pada saluran pencernaan, diabetes, kanker usur besar, dan epilepsi. Perlu juga ketahui bahwasanya jinten hitam memberikan beberapa efek samping sehingga pengonsumsiannya harus dibawah pantauan ahli pada dosis yang dianjurkan.

13. Pegagan

pegagan

Beberapa kondisi kesehatan yang terganggu bisa diatasi oleh daun pegagan, seperti sifilis, asma, dan psoriasis (masalah kulit). Selain itu, pegagan juga banyak dimanfaat sebagai tanaman obat keluarga utnuk mengobati penyakit ulkus lambung, epilepsi,diare, demam, hepatitis, dan kelelahan mental.

14. Blustru

blustru

Bagian dari tanaman blustru yang mempunyai fungsi pengobatan adalah daun, akar, dan batangnya. Daun blustru mempunyai sifat diuretik, anti-inflamasi, antelmintik, emetik, laktagoga, dan pencahar ringan. Akarnya juga mempunyai sifat anti-radang. Bagian batang bisa melancarkan aliran darah. Secara keseluruhan, tanaman blustru bisa dimanfaatkan untuk membaut ramuan obat bisul, haid tidak teratur, sesak nafas, sakit pinggang, batuk, migrain, dan wasir.

15. Kemuning

bunga-kemuning

Daun kemuning yang mempunyai bentuk cantik seperti tanaman hias ini dapat digunakan untuk mencegah terjadinya koagulasi atau bekuan darah. Selain itu, daun kemuning juga telah diuji lewat studi ekstrak etanol yang melibatkan tikus sebagai subjek penelitiannya dengan hasil terjadinya penurunan jumlah glukosa darah yang signifikan, sehingga ditarik kesimpulan bahwa daun kemuning juga baik untuk pengidap diabetes.

16. Daun Murbei

daun-murbei

Menurut catatan pada sebuah jurnal hasil penelitian pada tahun 2012, daun murbei mengandung senyawa asam galik (galic acid) yang bisa bekerja menurunkan tingkat glukosa pada darah. Laporan tersebut diperkuat oleh hasil riset lain yang dijurnalkan juga bahwa daun murbei memberi dampak terhadap pasien diabetes tipe 2 dengan tanda terjadinya kestabilan kadar glukosa setelah mengonsumsi sukrosa murni yang terdapat pada daun murbei.

17. Kumis Kucing

kumis-kucing

Tanaman kumis kucing diambil bagian daunnya untuk dijadikan bahan peluruh batu ginjal. Hal tersebut dapat dilakoni oleh daun kumis kucing karena mempunyai sifat diuretik dengan meluruhkan atau membersihkan saluran kencing. Selain itu, kandungan zat aktif di dalam kumis kucing juga dapat menyembuhkan penyakit asam urat, hipertensi, diabetes, dan beberapa penyakit lain meski dikonsumsi mandiri atau dicampur dengan macam-macam tanaman obat keluarga lainnya.

18. Daun Sirih

daun-sirih

Daun sirih juga mempunyai kegunaan sebagai tanaman herbal untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti batuk berdahak, sariawan, bronkitis, kulit berjerawat, sakit gigi, keputihan, demam berdarah, haid tidak teratur, asma, radang tenggorokan, gusi bengkak, mata merah dan gatal, bau ketiak, menghilangkan bekas luka bakar, bisul, mimisan, pendarahan pada gusi, dan permukaan kulit yang terasa gatal.

19. Daun Salam

daun-salam

Senyawa yang tertanam di daun salam dibantu oleh vitamin dan mineral untuk menghadirkan fungsi pengobatan. Salah satu penyakit yang bisa ditangani oleh daun salam aalah diabetes tipe 2 dengan cara menurunkan glukosa darah, kolesterol, dan kadar trigliserida di dalam tubuh. Perubahannya akan terlihat setelah mengonsunsi daun salam bubuk minimal selama satu bulan.

20. Daun Jambu Biji

daun-jambu-biji

Daun jambu biji bisa menanggulangi masalah diare. Masalah kesehatan yang banyak menimpa orang ini tidak bisa dianggap enteng. Tercatat bahwa setiap tahun banyak orang yang meninggal akibat diare kronis. Untuk itu, segera gunakan daun jambu biji bila Anda sedang terkena diare. Diare harus ditangani dengan cepat dan sigap, jangan dipandang sebelah mata meski terkesan sebagai penyakit remeh.

21. Daun Sukun

daun-sukun

Banyak penelitian yang melaporkan adanya senyawa khusus pada daun sukun yang berguna untuk penderita diabetes, gagal ginjal, penyakit jantung, asam urat, dan kolesterol tinggi. Beberapa senyawa tersebut antara lain asam hidrosionat, polifenol, quercetin, tannin, artoindosionin, dan ortoindonesionin yang banyak digunakan sebagai komponen aktif dalam bahan obat.

22. Kayu Manis

kayu-manis

Di dalam kayu manis tertanam antimikroba yang kuat, anti-peradangan, anti-infeksi, dan anti-koagulan. Ada juga antioksidan, polifenol, kalsium, zat besi, mangan, dan serat pada kayu manis. Keberadaan komponen aktif di dalam kayu manis membuatnya baik dipergunakan sebagai tanaman obat keluarga untuk mengontrol gula darah, meningkatkan kewaspadaan mental, mencegah penyakit jantung, meningkatkan fungsi usus besar, mencegah kanker, mengurangi peradangan konstan jaringan internal otak, mengurangi nyeri rematik, dan mengobati infeksi saluran pernafasan.

23. Daun Dadap Ayam

daun-dadap-ayam

Kandungan pada daun dadap ayam ada alkaloid eritralina, kholina, minyak lemak, resin, betaina, kholina, hepaforina, erisotiofina, dan erisovina. Kegunaan dari daun dadap ayam sebagai tanaman keluarga untuk mengobati batuk, demam, disentri, haid tak teratur, dan pelancar asi. Daun dadap ayam diaplikasikan sebagai obat luar untuk mengobati radang dan penyakit kulit.

24. Adas Pulosari

adas-pulosari

Sebagai salah satu tanaman obat keluarga yang berkhasiat, adas pulosari sudah tentu menyimpan banyak kandungan seperti minyak atsiri, anetol, pinen, dipenten, fenkon, limonen, felandren, asam anistat, anisaldehid, dan minyak lemak. Adas pulosadri bisa dimanfaat sebagai ramuan obat untuk meredakan batuk, sakit perut, mual, diare, dan perut kembung. Tanaman ini juga bisa dikonsumsi untuk mengobati ambeien, ambeien berdarah, bau mulut, biduran, dan batu empedu.

25. Brotowali

brotowali

Brotowali mempunyai sifat analgesik, alkaloid, antipiretik, antineoplastik, antidiabetik, antioksidan, antidepresan, antiporotik, anti-alergi, dan imunologi. Keseluruhan sifat tersebut menjadikan brotowali sebagai tanaman obat keluarga yang serbaguna, bisa dipakai untuk memenyembuhkan luka, menyembuhkan penyakit kulit, mengontrol gula darah, menurunkan panas demam, menyembuhkan nyeri rematik, menghilangkan gatal, menyembuhkan malaria, dan mengobati diare.

26. Kemukus

kemukus

Bagian yang banyak menyimpan minyak arsiri beserta senyawa kimia yang mempunyai fungsi pengobatan terletak pada bijinya. Biji kemukus dipakai untuk mengobati beberapa macam penyakit seperti flu pada bayi, mengembalikan energi, mengobati asma dan sesak nafas, serta mengatasi keputihan dengan cepat. Penggunaan kemukus tida boleh berlebihan karena bisa menyebabkan keracunan, iritasi pada saluran kemih, iritasi pada ginjal, dan iritasi pada usus.

27. Jeruk Nipis

jeruk-nipis

Tanaman obat keluarga jeruk nipis bisa dijadikan herbal alami untuk menghilangkan sumbatan vital energi, meluruhkan dahak, mengobati batuk, meluruhkan kencing dengan sifat diuretiknya berikut keringat, serta mendukung proses pencernaan bekerja lebih baik. Selain itu, jeruk nipis juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati ambeien, amandel, anyang-anyangan, batu ginjal, batuk disertai influenza, demam, difteri, haid tidak teratur, vertigo, radang tenggorokan, panu, pegal linu, sakit gigi, dan tekanan darah tinggi.

28. Delima

delima

Bagian biji, daging buah, kulit buah, daun, bunga, kulit kayu, hingga akar tanaman delima bisa digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa khasiat dari buah dengan rasa nikmat ini di bidang pengobatan antara lain untuk obat cacingan, pembersih lambung, disentri, keputihan, rasir, nyeri lambung, muntah darah, radang gusi, pendarahan, penurun demam, sariawan, obat batuk, hipertensi, rematik, dan bronkitis.

29. Cabai Merah

cabai-merah

Menurut beberapa penelitian, cabai merah mengandung antioksidan yang bisa menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Selain itu, cabai juga mengandung senyawa bernama Capsaicin dan Lasparaginase yang berperan sebagai zat antikanker. Kandungan kapsikol yang terdapat di cabai merah juga bisa mengurangi pegal-pegal, encok, kulit gatal, sakit gigi, dan gangguan rematik.

30. Mengkudu

mengkudu

Tanaman obat keluarga dengan tampilan buah yang unik ini mengandung sejumlah senyawa kimia yang bisa melakukan banyak fungsi pengobatan atau pemeliharaan kesehatan, seperti melancarkan sistem peredaran darah, membunuh bakteri pembuat infeksi, mencegah kanker, mengobati batuk, meningkatkan imunitas, mengobati sakit kuning, mengobati perut kembung, luka pada usur halus, radang lambung, dan masih banyak lagi.

31. Kapulaga

kapulaga

Ragam khasiat dari biji kapulaga bisa untuk membantu mengatasi berbagai keluhan yang berhubungan dengan saluran pencernaan, seperti sakit perut, susah buang air besar, diare, dan gangguan pencernaan lain. Kapulaga juga bisa melancarkan sirkulasi darah dan menormalkan tekanan darah sehingga cocok untuk penderita hipertensi. Bukan hanya itu, kapulaga juga dilaporkan mempunyai sifat diuretik yang bisa melancarkan pengeluaran urin sehingga baik untuk ginjal.

32. Bangle

bangle

Bangle di negara Thailand banyak digunakan untuk minyak pijat. Sementara di negara lain, termasuk Indonesia, bangle banyak dimanfaatkan untuk mengobati demam, sakit perut, sakit kepala, sakit kuning, cacingan, rematik, perut kembung, batuk berdarah, dan masuk angin. Bagian yang digunakan untuk pembuatan obat lebih sering rimpang dan daunnya.

33. Jahe

jahe

Banyak orang yang mengenal bahwa jahe dinikmati sebagai minuman yang bisa menghangatkan tubuh. Padahal, jahe juga bisa dipakai untuk mengobati berbagai jenis masalah perut, seperti mabuk, sakit perut, mual, diare, perut kembung, morning sickness, muntah pasca operasi, dan hilangnya nafsu makan. Selain itu, jahe juga mempuynai kegunaan lain untuk masalah nyeri otot, nyeri haid, nyeri punggung bawah, nyeri dada, bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan atas.

34. Kencur

kencur

Kencur biasa diramu menjadi bahan obat untuk mengobati influenza, batuk, masuk angin, keseleo, membersihkan darah kotor, mengobati mulas, radang lambung, daire, sakit kepala, dan batu ginjal. Pengobatan kencur bisa dilakukan secara mandiri di rumah atau ke pusat pengobatan tradisional yang telah berpengalaman dalam melakukan terapi penyakit dari bahan herbal.

35. Kunyit

kunyit

Kunyit banyak dipilih sebagai terapi pengobatan tradisional karena diyakini lebih efektif daripada menggunakan obat yang diresepkan oleh dokter. Dari beberapa penggunaannya, diketahui bahwa kunyit biasa dipakai untuk menghilangkan rasa gatal, membunuh virus, mencegah depresi, menurunkan tekanan darah, meredakan demam, mengusir bau badan, mengatasi gatal akibat cacar air, obat malaria, diare, penambah stamina, obat radang gusi, dan telat datang bulan.

36. Temulawak

temulawak

Setidaknya, macam-macam tanaman obat keluarga tersebut yang paling banyak ditanam dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pembuatan ramuan obat tradisional. Memang banyak yang menganggap bahwa pengobatan dengan bahan yang diperoleh langsung dari alam mempunyai khasiat yang luar biasa, akan tetapi jangan sampai Anda ceroboh. Oleh karena itu, dalam penggunananya, jika Anda masih awam, lebih baik minta saran langsung oleh mereka yang sudah lama menggunakan metode pengobatan tradisional ini.


sumber :  http://tanamtanaman.com/tanaman-obat-keluarga/

PRAMUKA PENEGAK

Pramuka Penegak merupakan golongan sekaligus sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka yang berusia antara 16 sampai dengan 20 tahun. Tingkatan...